Pengertian Dialog, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Cara Penyusunan Beserta Contoh

Pengertian Dialog, Ciri, Fungsi, Tujuan, dan Cara Penyusunan Beserta Contoh

Di dalam dunia kesusastraan drama terdapat beberapa jenis diantaranya ialah monolog, dialog, prolog, dan epilog. Seiring dengan berkembangnya zaman, drama tak hanya digunakan di dalam sastra lisan, melainkan juga di dalam sastra tulisan seperti misalnya novel, prosa, dan lain sebagainya. Pada pembahasan ini akan lebih tertuju pada materi tentang dialog.

Pengertian Dialog

Dialog adalah percakapan yang dilakukan oleh dua, tiga, atau empat orang atau lebih yang membahas tentang topik tertentu. Dalam karya sastra fiksi, dialog terdiri dari beberapa fungsi diantaranya adalah :

  • Memperlihatkan karakteristik / cara berdialog para tokoh dalam drama
  • Mengedukasi penonton drama tentang hal-hal positif yang dibawakan oleh tokoh di dalam drama
  • Menghibur penonton dengan segala sajian yang dipertontonkan di dalam drama

Ciri-Ciri Dialog :                                              

  • Melibatkan lebih dari satu orang baik secara langsung ataupun tak langsung
  • Tidak dilakukan sendiri, melainkan banyak orang
  • Terdapat interaksi tanya jawab antara pewawancara dengan nara sumber
  • Terdapat percakapan yang melibatkan pembicara dan pendengar
  • Umumnya ditayangkan melalui televisi dan radio

Cara Menyimpulkan Isi Dialog Interaktif

Informasi bisa didapatkan melalui beberapa cara baik secara tulisan ataupun lisan. Salah satu cara yang dapat dilakukan untuk memperoleh informasi secara lisan adalah dengan aktivitas menyimak dialog. Dialog ialah percakapan yang dilakukan yang melibatkan pembicara, pendengar, dan yang menyaksikan dialog. Adapun narasumber dialog yang dipilih ialah orang-orang yang ahli atau profesional dalam bidang yang dibahas dalam dialog. Disamping itu kita juga dapat memperoleh informasi dengan bertindak sebagai pihak pasif yakni menyimak dengan baik kegiaran dialog yang sedang dilakukan oleh orang lain. Dari kegiatan menyimak dialog tersebut, kalian dapat mencatat beberapa hal penting dan menyimpulkan isi dialog yang sebelumnya telah didengarkan tersebut. Demikian halnya dengan berita, di dalam dialog juga semestinya diterapkan prinsip 5 W + 1 H.

1. What, Apa yang didialogkan di dalam dialog yang dilakukan

2. Who, siapa saja orang-orang yang terlibat dalam dialog yang dilakukan

3. When, kapan dialog dilakukan

4. Where, dimana dialog dilakukan

5. Why, mengapa dialog dilakukan

6. How, bagaimana persoalan / masalah yang dapat terjadi di dalam dialog

Syarat-syarat Dialog

Dialog dapat dikatakan berkualitas jika memenuhi syarat-syarat di bawah ini :

  • Memahami dengan baik maksud serta tujuan dari dialog
  • Berkompetensi dalam bidang yang dibahas di dalam dialog
  • Memiliki niat yang lurus untuk mencari kebenaran secara obyektif dalam berdialog
  • Bersikap lapang dada, terbuka, dan tidak tendensius terhadap ego pribadi
  • Menjaga situasi dialog agar tetap kondusif
  • Mampu menyampaikan argumen secara jelas, dengan sikap yang baik, dan mudah dipahami
  • Bersikap jujur, tidak manipulatif, serta tidak mencari-cari kesalahan dari rekan dialog
  • Berpakaian rapi, sopan, dan berwibawa

Tujuan Dialog :

Dialog memiliki tujuan tertentu, diantaranya ialah sebagaimana berikut :

  • Sebagai media penampung aspirasi serta penyambung lidah antara rakyat dengan pemerintah
  • Sebagai media edukasi bagi orang-orang yang menyaksikan dialog dengan adanya pengetahuan yang dibahas di dalamnya
  • Sebagai bahan penentu kebijakan bagi pemerintah dengan memperhatikan apa yang dibutuhkan oleh rakyat secara umum

Cara Menyusun Dialog

Cara-cara menyusun dialog diantaranya adalah :

  • Menentukan tema yang akan dibahas di dalam dialog
  • Menentukan tokoh-tokoh yang nantinya akan dilibatkan di dalam dialog
  • Menentukan posisi ataupun peranan masing-masing dari tokoh tersebut
  • Menentukan garis besa atau inti dari materi di dalam dialog
  • Menyusun dialog yang didasarkan pada garis besar dari pembicaraan
  • Menggunakan kaidah penulisan dialog yang baik dan benar

Contoh Percakapan Dialog!

Suatu hari di dalam kelas diluar jam pelajaran terjadi percakapan diantara guru dan murid. Percakapan tersebut terjadi diantara Susi, Wirda, Anton, Fahri, dan Bu Mirna. Pada saat itu adalah jam istirahat dimana setiap anak mulai keluar kelas berbagai keperluan. Tiba-tiba Bu Mirna memanggil Susi, Wirda, Anton, dan Fahri.

Bu Mirna                                 :           Susi, Wirda, Anton, Fahri, bisa ke sini sebentar!

Susi, Wirda, Anton, Fahri       :           Ada apa bu?

Bu Mirna                                 :           Maaf, bisakah ibu minta waktu istirahat kalian sebentar? Ada beberapa hal yang ingin ibu sampaikan pada kalian!

Susi                                         :           Oh. Tidak apa-apa bu. Saya Cuma ingin ke perpustakaan. Tapi tidak terlalu mendesak.

Wirda                                      :           Saya juga ingin menemani Susi ke perpustakaan bu. Tidak ada agenda yang sifatnya sangat penting.

Anton                                      :           Kalau saya dan Fahri sih, ingin ke kantin bu. Lapar soanya. Ha…ha.

Fahri                                        :           Iya bu. Lapar. He..he. tapi tidak apa-apa kok bu. Bisa ditahan sebentar.

Bu Mirna                                 :           Maaf ya Anton, Fahri. Ibu mengganggu waktu makanmu sebentar. Ibu janji tidak akan lama. Ibu hanya ingin menyampaikan berkaitan dengan hari kemerdekaan pada 17 Agustus mendatang.

Anton                                      :           Oh. Bagaimana bu? Apa yang ingin disampaikan? Apa yang bisa kami bantu?

Bu Mirna                                 :           Baik. Begini Anton, kamu kan sebagai ketua kelas. Jadi ibu merasa perlu untuk menyampaikan hal ini. Begitu pula dengan yang lain yang berperan sebagai perangkat kelas. Berkenaan dengan adanya peringatan hari kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-87 mendatang, kelas kita akan mengikuti lomba menghias kelas. Temanya tentu kemerdekaan Republik Indonesia.

Fahri                                        :           Jadi apa kira-kira bu yang bisa kita bantu?

Bu Mirna                                 :           Ya. Ibu minta tolong, kalian sampaikan kepada teman-teman sekelas terkait dengan agenda itu ya!

Susi                                         :           Rencananya kapan bu? Soalnya kita juga perlu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Belum lagi soal dana yang dibutuhkan.  

Fahri                                        :           betul itu bu. Masalah dana juga perlu untuk dibicarakan.

Bu Mirna                                 :           Terkait hal teknis, nanti kita bicarakan lagi di forum yang lebih serius. Ini hanya awalan saja. Terima kasih atas bantuan kalian ya! Sementara itu dulu.

Susi                                         :           Baik bu. Semoga saja rencana kita sukses dan berjalan sesuai rencana.

Bu Mirna                                 :           Terima kasih. Silahkan jika kalian ingin melanjutkan aktivitas kalian! Jam istirahat belum berakhir.

Anton                                      :           Baik bu, kami permisi dulu.

Akhirnya Susi, Wirda, Anton, Fahri keluar kelas dan melanjutkan aktivitas masing-masing.