Pengertian, Klasifikasi Kalimat, Beserta Contoh dan Penjelasannya Lengkap

Pengertian, Klasifikasi Kalimat, Beserta Contoh dan Penjelasannya Lengkap

Kalimat adalah satuan bahasa yang mengandung pikiran lengkap yang terdiri atas kumpulan kata sehingga memiliki bentuk serta struktur yang lengkap. Kalimat terdiri atas berbagai jenis / macam berdasarkan klasifikasi tertentu seperti misalnya dalam tinjauan cara pelafalan / pengucapan, fungsi / isi, unsur kalimat, jumlah frasa, subyek, gaya penyajian, dan pola subyek –predikat. Penjelasan selengkapnya adalah sebagai berikut!

1.Pembagian Jenis Kalimat Berdasarkan Pengucapan

Berdasarkan tata cara pengucapannya, kalimat dapat diklasifikasikan ke dalam dua macam diantaranya yakni kalimat langsung dan tak langsung. Penjelasannya ialah sebagai berikut!

a) Kalimat Langsung

Kalimat langsung adalah kalimat yang menyatakan bentuk asli dari penuturan / ucapan seseorang tanpa ada perubahan sedikit pun. Kalimat langsung ditandai dengan adanya penggunaan tanda petik yang menandakan bentuk tuturan asli dari si pembicara.

Contoh :

• “Sudahlah, jangan berdebat untuk masalah yang tak penting!” Tegas Direktur.

b) Kalimat Tak Langsung

Kalimat tak langsung adalah kalimat yang menjelaskan ulang dengan pembahasaan kembali dari tuturan yang disampaikan oleh seseorang. Kalimat tak langsung tidak menggunakan tanda kutipan sebagaimana halnya pada kalimat langsung.

Contoh :

• Direktur mengatakan kepada kami agar tidak berdebat untuk masalah yang tak penting.

2.Pembagian Jenis Kalimat Berdasarkan Isi atau Fungsinya

Kalimat dapat dibagi menjadi lima macam jika didasarkan pada fungsi atau isinya. Beberapa diantaranya ialah :

2.1. Kalimat Pernyataan atau Berita

Kalimat pernyataan atau berita adalah kalimat yang memiliki tujuan sebagai penyampai informasi tertentu. Pada kalimat ini, ditandai dengan penggunaan tanda titik (.) pada akhir kalimatnya. Contoh :

• Joni menulis artikel pendidikan di kamarnya.

2.1. Kalimat Tanya

Kalimat tanya adalah kalimat yang digunakan untuk mencari tahu sbeuah informasi ataupun jawaban dari lawan bicara. Dalam penulisannya, kalimat ini diakhiri dengan tanda baca tanya (?).

Contoh :

• Jadwal mata kuliah apa setelah jam makan siang nati?

2.3. Kalimat Perintah

Kalimat perintah adalah kalimat yang memiliki maksud pemberian intruksi tertentu kepada obyek untuk melakukan hal-hal sebagaimana yang telah diperintahkan. Dalam penulisannya, kalimat ini diakhirni dengan tanda baca seru (!)

Contoh :

• Tolong hapus papan tulis itu!

2.4. Kalimat Seruan

Kalimat seruan adalah kalimat yang digunakan sebagai ungkapan perasaan. Sama halnya seperti kalimat perintah, di dalam pelafalannya di akhir kalimat, umumnya ditandai dengan intonasi yang tinggi. Di dalam kalimat ini umumnya menggunakan tanda baca seru (!) di akhir kalimatnya.

Contoh :

• Wah, bagus sekali hasil lukisanmu!
• Hore, aku berhasil mengalahkan juara bertahan itu!

2.5. Kalimat Pengandaian

Kalimat pengandaian adalah kalimat yang bertujuan menggambarkan keinginan / harapan ataupun tujuan dari penulis. Kalimat pengandaian pada akhir kalimatnya menggunakan tanda baca titik (.)

• Seandainya kakek masih hidup, pasti ia akan sangat gembira melihatku berhasil meraih prestasi yang luar biasa ini.

3.Pembagian Jenis Kalimat yang Didasarkan Pada Unsur Kalimat

Jika ditinjau berdasarkan unsur kalimatnya, maka kalimat dapat dibedakan menjadi dua macam diantaranya adalah kalimat lengkap dan tak lengkap. Berikut pembahasannya :

3.1. Kalimat Lengkap

Kalimat lengkap adalah kalimat yang setidaknya terdiri dari unsur subyek dan predikat. Contoh :

• Salman membeli buku
Subyek (S) = Salman
Predikat (P) = membeli
Obyek (O) = buku

• Syarif mengayuh sepeda
Subyek (S) = Syarif
Predikat (P) = mengayuh
Obyek (O) = sepeda

3.2. Kalimat Tak Lengkap

Kalimat tak lengkap adalah kalimat tidak sempurna yang terkadang hanya mempunyai satu atau dua unsur pembentuk kalimat.

Contoh :

• Hai, Azam!
• Hemat pangkal kaya.
• Selamat malam!

4.Pembagian Jenis Kalimat yang Didasarkan pada Pola Subyek – Predikat

Kalimat terbagi atas dua macam jika ditinjau dari struktur dan susunan subyek beserta predikatnya yakni kalimat versi dan kalimat inversi. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

4.1. Kalimat Versi

Kalimat versi adalah kalimat yang memiliki kesesuaian dengan susunan pola kalimat dasar yang terdiri atas Subyek (S) – Predikat (P), Subyek (S) – Predikat (P) – Obyek (O) – Keterangan (K), atau (Subyek – Predikat – Keterangan), dan lain sebagainya.

Contoh :

• Yudi berlalri sejauh tujuh kilometer
Subyek (S) = Yudi
Predikat (P) = berlari
Keterangan (K) = sejauh tiga kilometer

• Hadi menjual sepeda di pasar klewer
Subyek (S) = Hadi
Predikat (P) = membeli
Obyek (O) = sepeda
Keterangan (K) = di pasar klewer

4.2. Kalimat Inversi

Kalimat inversi adalah kalimat yang mempunyai karakteristik adanya predikat yang mendahului kata subyek. Kalimat versi secara umum digunakan untuk memberikan penegasan ataupun penekanan terhadap makna kalimat. Kata pertama yang muncul adalah kata yang menentukan makna kalimat sekaligus menjadi kata yang menimbulkan kesan pada pembaca ataupun pendengarnya.

Contoh :
• Beri aku sedikit uang!
Predikat = Beri
Subyek = aku
Keterangan = Keterangan

5.Jenis-jenis Kalimat yang Didasarkan pada Gaya Penyajian

Jika didasarkan pada gaya penyajiannya, kalimat terbagi atas tiga macam diantaranya ialah kalimat melepas, klimaks, dan berimbang. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

5.1. Kalimat Melepas

Kalimat melepas adalah kalimat yang menggunakan gaya sajian melepas baik dituliskan ataupun dilafalkan. Gaya penulisan melepas ditandai dengan adanya kalimat majemuk yang diawali dengan induk kalimat ataupun kalimat utama yang disertai oleh anak kalimat.

Contoh :
• Furqon tidak akan terlambat masuk sekolah jika di jalan tidak terjadi kemacetan parah.
Kalimat induk = Furqon tidak akan terlambat masuk sekolah
Anak Kalimat = di jalan tidak terjadi kemacetan parah

5.2. Kalimat Klimaks

Kalimat klimaks adalah kalimat yang terbentuk manakala sebuah kalimat majemuk disajikan dengan cara menempatkan anak kalimat tepat berada di depan kalimat induk. Kalimat ini secara umum ditandai dengan adanya penggunaan tanda baca koma (,).

Contoh :
Jika saja Faris dilarikan ke rumah sakit sedikit lebih cepat, mungkin saja ia akan terselamatkan.
Anak Kalimat = Jika saja Faris dilarikan ke rumah sakit sedikit lebih cepat
Kalimat Utama = Mungkin saja nyawanya masih bisa tertolong

5.3. Kalimat Berimbang

Kalimat berimbang adalah kalimat yang tersusun dalam bentuk kalimat majemuk setara ataupun campuran. Gaya penyajian berimbang lebih menunjukkan adanya kesejajaran bentuk serta informasinya.

Contoh :
Harga telur dan sembako menjelang ramadhan melonjak naik, sejumlah pedagang dan ibu rumah tangga mengeluh.

6.Jenis Kalimat yang Didasarkan pada Subyeknya

Kalimat berdasarkan subyek terbagi atas dua macam diantaranya adalah kalimat aktif dan pasif. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

6.1. Kalimat Aktif


Kalimat aktif adalah kalimat yang pada unsur subyek di dalamnya melakukan sebuah kegiatan / tindakan / aktivitas pekerjaan tertentu. Kalimat pada jenis ini menggunakan predikat dengan awalan “ber” dan “me” beserta predikat yang berupa kata kerja yang tidak bisa diberikan awalan “me” seperti halnya pergi, mandi, tidur, dan lainnya.

Contoh :
• Nando pergi ke sekolah
• Lulu berjalan menuju sekolah dimana ia mengajar
• Syarif memasak nasi goreng di dapur.

6.2. Kalimat Pasif

Kalimat pasif ialah kalimat yang pada subyeknya dikenakan suatu tindakan ataupun pekerjaan. Kalimat pasif umumnya mempunyai predikat yang berupa kata kerja dengan awalan “ter” dan “di” serta diikuti dengan kata depan “oleh”.

Contoh :
• Herni dibelikan tas baru oleh Mirna.
• Ikan segar itu telah digoreng oleh Bibi.
• Bola sepak itu ditendang sekeras-kerasnya oleh Ardi.

Sumber :
https://dosenbahasa.com/jenis-jenis-kalimat