Pengertian Makna Konotasi dan Contohnya dalam Kalimat Lengkap

Pengertian Makna Konotasi dan Contohnya dalam Kalimat Lengkap

Makna konotasi ialah pemaknaan yang didasarkan pada pemikiran serta perasaan dari si penutur / pembicara kepada mitra tutur / pendengar. Disamping itu, penyampaian pernyataa makna konotatif juga memerlukan pemahaman tentang konteks, situasi, dan kondisi terkait. Makna konotasi juga dapat dimaknai sebagai makna denotasi (makna sesungguhnya) yang dibandingkan / dikiaskan dengan sesuatu hal lainnya, sehingga sedikit menyerupai metamorfosis serta makna kiasan. Karenanya, makna konotasi terkadang disebut juga sebagai makna kiasan atau makna kontekstual. Berikut beberapa contoh makna kata konotasi dalam bentuk kalimat :

  1. Dalam hal pengerjaan barang-barang furnitur, kakek telah banyak makan asam garam dalam bidang itu. (asam garam = berpengalaman)
  2. Lihatlah para tikus kantor berdasi yang tertangkap KPK itu, mereka masih saja bisa menyunggingkan senyum di bibir busuk itu. (tikus kantor = orang-orang licik, korup, dan culas yang bertempat di perkantoran, lembaga legislatif, ataupun eksekutif)
  3. Setelah suaminya meninggal, kini Rusminah menjadi janda kembang tercantik se-desa Bojong Timbul. (janda kembang = wanita janda yang paling cantik)
  4. Si cantik Maria Sari yang merupakan kembang desa di kampung ini akan menikah esok lusa. (kembang desa = gadis tercantik di desa)
  5. Pekerjaan merakit sepeda motor sudah menjadi air mandi bagi Anton dan Firman. (air mandi = sudah biasa dalam mengerjakan sesuatu hal)
  6. Neneknya yang cerewet itu telah membentuk Naila menjadi seorang yang mempunyai telinga kuali super hebat. (telingan kuali = tahan terhadap cibiran)
  7. Pemerintahan di rezim ini sangat anti kritik dan bertangan besi. (tangan besi = otoriter)
  8. Untuk memperingati hari jadi perusahaan yang ke-14 tahun, direktur utama mengadakan acara makan besar di kantor selama dua hari berturut-turut.
  9. Sudah tiga tahun aku makan pena demi memenuhi segala kebutuhan untuk anak dan istriku. (makan pena = pekerjaan yang berhubungan dengan dunia tulis menulis)
  10. Akhirnya kau makan berulam juga ya, aku ucapkan selamat. (makan berulam = beristri / menikah)
  11. Para pengantri makan bawang karena antrean BPJS kesehatan yang mengular sejak 08.00 WIB – 11.30 WIB. (makan bawang = bosan menunggu, penat, dan jenuh)
  1. Musyawarah yang baru saja kita lakukan telah memberiku jalan keluar atas persoalan yang tengah kita alami saat ini. (jalan keluar = solusi)
  2. Sudahlah, jangan kau masukkan ke dalam hati, anggap saja kata-katanya hanyalah angin lalu saja. (angin lalu = sesuatu yang tak perlu dianggap penting)
  3. Temuan polisi yang terbaru menyatakan bahwa dalang dibalik konspirasi besar itu ternyata adalah salah seorang anggota kehormatan legislatif pusat. (dalang = orang yang mendasari atau pelaku utama)
  4. Semua mahasiswa angkat topi kepada Haris yang mampu membawa nama harum almamater atas prestasinya dalam kejuaraan OSNPTI nasional. (angkat topi = hormat)
  5. Ketidakmampuan membayar sewa membuat pak Rasudin harus angkat kaki dari rumah kontrakan yang selama ini ia tempati. (angkat kaki = memutuskan untuk pergi)
  6. Diduga otak dari segala kekacauan ini adalah aktivis mahasiswa yang dikenal seringkali membuat onar itu. (otak = seseorang yang menjadi pengendali utama dari terjadinya sebuah kekacauan atau insiden tertentu)
  7. Salah satu permasalah utama di negeri adalah persoalan padang usaha sebagaimana yang terjadi di negara-negara berkembang lainnya. (padang usaha = lapangan pekerjaan)
  8. Aku dan beberapa rekan seperjuangan di BEM Universitas mengadu kening di aula fakultas Pertanian Unila. (mengadu kening = berdiskusi, bertatap muka)
  9. Setiap harinya terdapat setidaknya seribu orang datang ke ibukota untuk mengadu nasib. (mengadu nasib = berharap hidup pada taraf yang lebih baik)
  10. Perhatikan dan pasang mata baik-baik, hewan buruan itu jangan sampai lolos. (pasang mata = jangan lengah)
  11. Pakai otakmu baik-baik, pikirkan masak-masak sebelum bertindak. (otak = gunakan pikiran, masak-masak = rencanakan sampai benar-benar utuh dan matang)
  12. Pikiran dan kedewasaannya memang belum matang, tapi aku melihat potensi kepemimpinan dalam dirinya. (matang = sempurna dan dewasa secara pemikiran, sikap, dan tindakan)
  13. Aku tidak tahan dengannya yang selalu memanas-manasi diriku agar berseteru dengan rivalku itu. (memanas-manasi = memprovokasi)
  14. Dia sudah emosi, jangalah kau tambah mengompor-kompori. (mengompor-kompori = memprovokasi)
  15. Motivator itu seolah menghipnotis para peserta seminar untuk dapat memperjuangkan mimpi dan cita-cita. (menghipnotis = mempengaruhi)
  16. Pola pikir dan idenya sangatlah cemerlang, sampai-sampai aku seperti terdoktrin olehnya. (terdoktrik = terpengaruh)
  17. Aku sama sekali tak takut jika permasalahan ini sampai ke meja hijau.
  18. Si jago merah melalap habis kawasan pemukiman, perkantoran, hingga pasar di wilayah Teluk Betuk Utara Bandar Lampung. (si jago merah = api)
  19. Si macan kampung itu berteriak lantang di area pasar untuk menggertak para pencopet yang seringkali beroperasi di wilayah pasar dan komplek ruko. (Si macan kampung = jawara desa)
  20. Banyak diantara para jejaka patah hati ketika mengetahui kembang desa tercantik akan menikah esok pagi. (patah hati = kecewa, kembang desa = gadis tercantik di desa)
  21. Aku takkan mundur sedikitpun jika harus menjadi kambing hitam, lebih baik aku menjadi banteng merah. (kambing hitam = tumbal, banteng merah = melawan dengan keberanian)
  22. Ketika aku berhasil mengeluarkan merpati dari dalam topi, berpuluh-puluh pasang mata terkagum-kagum padaku. (pasang mata = mewakili satu orang)
  23.  
  24.  
  25.  

Sumber : dosenbahasa.com